Langsung ke konten utama

SEJARAH ARUNG JERAM | RAFTING DI INDONESIA

SEJARAH ARUNG JERAM | RAFTING DI INDONESIA
Sejarah Arung jeram atau outbound rafting di Indonesia. Arung jeram alias rafting jika di ‘kulik’ lebih mendalam ternyata lebih menarik. Sebelumnya kami sudah bahas tentang pengertian Arung jeram (rafting) dan tips rafting bagi pemula, maka kali ini kami akan membahas seputar Sejarah arung jeram (rafting) di dunia.

SEJARAH RAFTING DUNIA

Olah Raga Arus Deras (ORAD) atau lebih dikenal dengan sebutan Arung Jeram atau rafting dapat dikategorikan sebagai olah raga petualangan, karena tidak saja mengandung unsur olahraga, tetapi juga petualangan dengan berbagai resikonya.

Rafting atau Arung Jeram termasuk salah satu kegiatan alam terbuka yang baru, dibandingkan dengan mendaki gunung ataupun olahraga-olahraga alam terbuka lainnya.
Tidak banyak catatan yang dapat dibuka untuk mengetahui asal mula olah raga ini. Yang pasti olah raga ini dimulai di Amerika Serikat, setelah perang dunia II, ketika beberapa orang enterpreneur menyusuri sungai Colorado dengan perahu jenis Pontoon sisa perang dunia.
Kemudian perkembangannya menjadi pesat di tahun 60-an ketika teknologi rancangan dan bahan untuk membuat perahu seperti yang kita kenal sekarang ini mulai berkembang.

Pengarungan sungai telah sejak dulu dilakukan oleh manusia. Pengarungan ini dilakukan dengan menggunakan batang-batang kayu yang dirangkai menjadi rakit dan digunakan sebagai alat transportasi. Suku Indian di Canada telah memulai perkembangannnya. Lalu orang-orang Carib Indian mengembangkannya dan menamakan Progue.

SEJARAH ARUNG JERAM | RAFTING DI INDONESIA

Sedangkan orang primitif menyebutnya dengan Out Canoe yang kemudian dikembangkan menjadi Bark Out Canoe.
Perahu ini dibuat dari tempelan papan kayu oleh orang Indian Amerika Utara. Sedangkan orang Eskimo menciptakan Skin Corveal Craft, yaitu perahu yang dilapisi kulit binatang yang tidak tembus air.

Pada abad 19 seorang boyscout bernama Mc Greegor membuat kendaraan air ini untuk rekreasi dan olag raga air.
Seiring dengan perkembangan zaman, maka meterial perahu pun berkembang dan mulai beralih ke plastik, alumunium, fibberglass, dan karet.
Setelah Perang Dunia II selesai, perahu bekas Angkatan Laut Amerika mulai digunakan oleh para petualang untuk mengarungi sungai.
Arung jeram atau rafting ini dilakukan dengan perahu bulat yang disebut dengan Basket Boat, karena bentuknya mirip keranjang.

Di tahun 1950, kegiatan ini mulai banyak digemari. Maka mulailah diproduksi perahu khusus untuk arung jeram atau rafting dengan bentuk khusus yang naik dibagian depan dan belakangnya, dengan material yang kuat dan dapat mengangkut orang dan perbekalan yang lebih banyak.

Pada tahun 1983 mulai muncul sebuah perahu yang dapat mengeluarkan air sendiri dari dalam perahu dengan nama Self Bailer yang diproduksi oleh Jim Cassady.
Selain jenis ini ,dikembangkan pula perhu jenis Kataraf. Perahu ini dikembangkan oleh para Geologi Rusia.
Desain perahu ini diadopsi dari perahu Katamaran yang digunakan di Laut.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kreatifitas manusia di alam ini, mulailah bermunculan sarana-sarana baru untuk kegiatan berarung jeram seperti, kayak,canoe, board, dan lain sebagainya.

SEJARAH ARUNG JERAM | RAFTING DI INDONESIA

Mayor John Wesley Powell seorang tentara Amerika disebut sebagai Bapak Arung Jeram Dunia. Ia memperkenalkan arung jeram pertama kali dengan menyusuri sungai Colorado sejauh 250 mil yang melintasi gugusan tebing raksasa, yang kemudian diberi nama Grand Canyon.
SEJARAH ARUNG JERAM | RAFTING DI INDONESIA

Saat itu ia menggunakan perahu kecil yang tesusun dari papan kayu. pada perkembangan selanjutnya di benua Amerika dan Eropa, aktifitas menelusuri sungai tersebut ternyata berkembang menjadi sebuah olah raga highrisk yang cukup populer, dan dikenal dengan sebutan white water rafting.

SEJARAH RAFTING INDONESIA

Petualangan sungai di Indonesia dengan rafting / arung jeram dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD).
Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam.

Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally.
Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional. Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.

Perahu dan peralatan yang dipakai mulai meningkat kwalitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai perahu karet khusus Sungai (River Raft), juga perahu Kayak.
Hal ini mendorong Arung Jeram tumbuh cukup pesat, dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan. Sungai Mahakam, Barito, Alas , Mamberamo dan Van Der Wall, kemudian juga diarungi.

Di Pulau Jawa banyak sungai yang biasa diarungi. Citarik, Cimandiri, Citatih, dan Cimanuk di Jawa Barat.
Jawa Tengah memiliki sungai Progo, Serayu dan Elo yang biasa diarungi.
Jawa Timur memilki sungai Ireng-ireng di lereng Gunung Semeru, yang cukup menantang.

Arung Jeram terus berkembang dengan cukup pesat. Namun, seiring dengan perkembangannya beberapa kecelakaan yang merenggut nyawa juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan arung jeram Indonesia.

Telah beberapa kali diadakan kejuaraan arung jeram oleh beberapa perkumpulan di Indonesia, tetapi belum terdapat standard baku baik tentang penyelenggaraan, peralatan maupun penilaiannya.

Pada tahun 1994 diadakan Kejuaraan Nasional Arung Jeram yang agak resmi di Sungai Ayung, Ubud-Bali. Di kejuaraan ini diterapkan standard penyelenggaran internasional, baik perlengkapan, materi lomba maupun perlengkapan dan penjuriannya. Kegiatan inilah yang kemudian dianggap pemicu kebangkitan Arung Jeram di Indonesia.

Secara komersial wisata Arung Jeram diperkenalkan oleh SOBEK EXPEDITION yang kemudian membuka wisata Arung Jeram di Sungai Ayung Bali, sungai Alas di Aceh , sungai Saadan – Toraja, Sulawesi Selatan dan Citarik Jawa Barat.

Saat ini sudah banyak operator wisata Arung Jeram, baik di Jawa, Bali, Sumatera Barat, Aceh dan Sulawesi Utara.

Dengan berkembangnya wisata Arung Jeram atau Rafting ini, maka saat ini Arung Jeram telah menjadi olah raga petualangan sekaligus wisata dan rekreasi keluarga, siap menantang siapa saja yang ingin menikmati pengalaman baru, dan bukan lagi hanya kegemaran dari para petualang sejati.

Dengan banyaknya potensi sungai di Indonesia yang dapat dikembangkan sebagai sarana wisata Arung Jeram, sementara disisi lain terdapat keterbatasan sumberdaya manusia dibidang ini yang belum terjembatani. Hal ini merupakan peluang dan tantangan tersendiri bagi para penggiat Arung Jeram di indonesia, untuk meningkatkan kualitas diri di bidang Arung Jeram.

Dunia arung jeram atau rafting di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat pada saat ini.
Banyak sekali bermunculan perkumpulan-perkumpulan arung jeram maupun dibentuknya divisi-divisi baru khusus arung jeram pada perkumpulan pencinta alam yang sudah ada.
Demikian juga dengan tumbuhnya industri wisata Arung Jeram atau Wisata Rafting, yang memacu kegairahan berbagai kelompok masyarakat untuk ikut menikmati Arung Jeram.

Tumbuhnya industri wisata arung jeram ini sayangnya tidak diimbangi dengan Standar Pelayanan dan Keselamatan Wisata Arung Jeram, karenanya seiring makin banyaknya peminat wisata, timbulnya korban juga bertambah. Kecelakaan arung jeram yang menimpa Kepala Divisi Komunikasi BPPN Raymond van Beekum lantaran tersapu air bah di sungai Cisedane, Bogor, sempat mengguncang bisnis wisata arung jeram di Jawa Barat selama lebih dari 1 (satu) tahun, karena luasnya liputan media massa. Dibentuknya Asosiasi Pengusaha Arung Jeram (IWA Indonesia White Water Association) diharapkan menjadi mitra bagi FAJI, untuk ikut membangun dunia arung jeram Indonesia yang aman dan berprestasi international.

Itulah ulasan tentang sejarah arung jeram atau rafting di dunia dan di Indonesia sebagai perbendaharaan kita.
baca juga :




EO BANDUNG PENYELENGGARA OUTBOUND RAFTING / ARUNG JERAM

Tiga Management merupakan salah satu eo Lembang Bandung yang menyediakan kemasan paket outbound rafting atau arung jeram untuk kegiatan outing outbound gathering group seperti Company GatheringFamily GatheringMeeting GatheringOutbound Acara Sekolah, Reuni, City Tour dsb, lengkap dengan pilihan aktiftas outbound lainnya seperti :

Pastikan kegiatan group anda di dampingi event organizer (eo) agar acara outbound rafting atau arung jeram anda terselenggara dengan baik, dengan menghubungi tim kami
EO Outing Outbound Gathering

Postingan populer dari blog ini

EO OUTBOUND, OUTING, GATHERING DI BANDUNG

EO Outbound Outing Gathering di Bandung. Pergerakan manusia yang senantiasa bersifat progresif tentunya akan memberikan pengaruh saat berada dalam kelompok yang lebih besar.
Perubahan - perubahan menuju lebih baik dipastikan menjadi harapan saat beberapa individu membangun suatu organisasi / kelompok untuk membuat suatu komitmen bersama.

TIGA MANAGEMENT, Event Organizer Outbound Gathering di Bandung Sebagai penyedia jasa eo MICE di Lembang Bandung, event organizer Tiga Management memberikan sentuhan konsep eksklusif untuk acara outing gathering dan outbound unttuk membawa perubahan yang positip.


JOINT THE EVOLUTION
JOIN THE EVOLUTION, merupakan slogan kami untuk memberikan sumbangan semangat untuk membangun perubahan menuju lebih baik melalui program program event organizer eo outing, outbound dan gathering yang kami tawarkan di Lembang, Bandung, Garut, Tanjung Lesung, Pulau Tidung Jakarta, Jogja, serta kota besar lainnya di Indonesia.


Kami  sebagai salah satu EO Outing Outbound Gat…

OUTBOUND SEMI MILITER | High Impact Training

Paket Training Outbound Semi Militer di Lembang Bandung Dalam upaya menstimulasi kedisiplinan sekaligus terbangun unsur Team Building, ditawarkan satu konsep kegiatan dengan konsep formal berupa High Impact - Training Outbound Semi Miter di Lembang Bandung.
Kegiatan simulasi Hight Impact - Training Outbound Semi Militer ini akan dipandu oleh tenaga khusus.
Terdapat pilihan paket untuk kegiatan Semi Milter Outbound Training yang disediakan dan dikelola langsung oleh management ZONE 235 Lembang, tepatnya di daerah Cikole Lembang Bandung :
- Paket Training Outbound Tanpa Menginap ( Full Day )
- Paket Training Outbound Berikut Menginap.

Konsep & Tujuan Objective Training Outbound
Setiap kegiatan / komponen aktifitas yang dilaksanakan  memiliki methoda pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Tujuan objectif dari pelatihan ini adalah untuk membantu menggali dan meningkatkan karakter intrapersonal dan interpersonal, kreatifitas, kerjasama tim, komunikasi dan lain-lain.

STUDY WISATA - OUTBOUND ANAK SEKOLAH | Dengan Muatan Edukasi

Acara Tahunan Sekolah seperti perpisahan kelas, kenaikan kelas, acara wisuda ; saat ini dikemas dengan konsep yang berbeda. Kegiatan untuk anak sekolah ini, dikemas dengan beberapa paket study wisata ke beberapa kota wisata di Indonesia.
Salah satu tujuan wisata yang menjadi primadona sampai dengan saat ini adalah Kota Bandung.
Dengan berbagai pilihan tempat wisata menarik yang ada di Lembang Bandung, kegiatan Study Tour ataupun Acara Perpisahaan Sekolah menjadi kegiatan menarik dan edukatif

TIGA MANAGEMENT, sebagai vendor eo outbound, eo gathering di Bandung secara khusus menawarkan beberapa PAKET GATHERING OUTBOUND  untuk anak sekolah.
Selain kegiatan kunjungan ke tempat wisata di Lembang, Bandung, acara Sekolah dapat juga dikombinasikan dengan kegiatan Outbound di Lembang Bandung.
Kegiatan di alam terbuka ini, sekaligus memberikan penyegaran bagi siswa sekolah, melalui rangkaian permainan Fun Games Character Building. Kegiatan outbound dengan muatan edukasi dan team building ini s…